Sabtu, 11 Agustus 2018

SOSIAL DAN BUDAYA

Sosial dan Budaya  Desa Campaka

             Perspektif budaya masyarakat di Desa Campaka masih sangat kental dengan budaya Madura. Hal ini dapat dimengerti karena hampir semua desa di Kabupaten Sumenep masih sangat kuat terpengaruh dengan adanya pusat kebudayaan Madura yang tercermin dari keberadaan Keraton Kesultanan dari latar belakang budaya, kita bisa melihat aspek sosial dan budaya yang berpengaruh dalam kehidupan masyarakat : Di dalam hubungannya dengan agama yang dianut misalnya, Islam sebagai agama mayoritas dianut masyarakat, dalam menjalankannya sangat kental dengan tradisi budaya Madura.

           Tradisi budaya Madura sendiri berkembang dan banyak dipengaruhi dengan ritual-ritual agama atau kepercayaan masyarakat sebelum Agama Islam masuk. Hal ini menjelaskan mengapa peringatan-peringatan keagamaan yang ada di masyarakat Desa Campaka, dalam menjalankannya muncul nuansa tradisinya. Contoh yang bisa kita lihat adalah peringatan Tahun Baru Hijriah, sejak zaman dahulu Tahun Baru Hijriah dimaknai sebagai tahun baru Suro atau yang dikenal Suroan. Nama ini diambil dari bulan Assyuro dalam kalender Hijriah/Islam.


Dalam cara memperingatinyapun bercampur antara doa-doa Agama Islam dan melakukan tindakan yang biasa dijalankan dalam tradisi masyarakat Madura. Contoh antara lain adalah aberebbe tradisi tahunan yang dilakukan menjelang Bulan Puasa/Ramadhan untuk shadaqah menengok dan membersihkan makam orang tua maupun kerabat dan leluhur, kegiatan ini dikombinasikan dengan Doa untuk yang sudah meninggal; Mauludan – berasal dari kata Milad (Bhs. Arab) artinya kelahiran Nabi Muhammad SAW. Yang diperingati di sini dengan membuat apem dibagi-bagikan ke tetangga, di Mushalla membuat Gunungan (hasil bumi dan makanan yang disusun seperti gunung) didoakan dengan cara Islam setelah itu diarak dan pada akhirnya diperebutkan oleh masyarakat yang datang dari mana-mana terutama dari Kabupaten Sumenep.


Secara individual didalam keluarga masyarakat Campaka, tradisi dipadu dengan agama terutama Islam, juga masih tetap dipegang. Tradisi ini dilakukan selain sebagai kepercayaan yang masih diyakini sekaligus digunakan sebagai bagian cara untuk bersosialisasi dan berinteraksi di masyarakat. Misalkan: tradisi mengirim doa untuk orang tua atau leluhur dilakukan dengan mengundang tetangga dan kenalan yang disebut Slametan.
   


Tidak ada komentar:

Posting Komentar